Home » , » Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Keluarga berencana (KB)

Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Keluarga berencana (KB)

Written By DEVI & NOVIA on 18 Januari 2013 | 1/18/2013



Materi :
Pokok Bahasan : Keluarga Berencana
Sub Pokok Bahasan : Alat Kontrasepsi IUD
Hari / Tanggal :
Jam :
Waktu :
Tempat : Di
Sasaran Penyuluhan : Pasangan Usia Subur


  • RENCANA
NO
KEGIATAN
WAKTU
SASARAN
METODE

Pembukaan

Pasangan Usia Subur


Penyammpaian Materi

Pasangan Usia Subur


Tanya Jawab

Pasangan Usia subur


Evaluasi

Pasangan Usia Subur


Penutup

Pasangan Usia Subur


  • ANALISA MATERI
Pada umumnya setiap orang menggiinginkan keluarganya sehat dan sejahtera. Menjadi akseptor KB merupakan salah satu cara menuju keluarga bahagia. Partisipasi masyarakat berperan penting dalam tercapainya program KB naasional.

  • TUJUAN
    1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan pasangan usis subur mengerti dan memahami tentang KB IUD

    1. Tujuan Khusus
a)      Pasangan Usia Subur mampu menjelaskan arti KB IUD
b)      Pasangan Usia Subur mengerti manfaat KB IUD
c)      Timbul keinginan untuk menjadi akseptor KB
d)     Peserta penyuluhan menjadi tertarik untuk memasang KB IUD

  • METODE
    1. Ceramah
    2. Tanya Jawab
  • ALAT BANTU
    1. Leaflet
    2. LCD

MATERI

·         PENGERTIAN IUD / AKDR ADALAH
Suatu alat yang dimasukkan ke dalam rahim yang terbuat dari plastic halus / plastic halus campur tembaga, diujungnya terdapat benang yang berguna untuk mencegah kehamilan.
·         MACAM – MACAM IUD / AKDR
1.      Lippas Loop yaitu IUD yang hanya terdiri dari satu bahan plastic saja. Terdiri dari 4 type :
ü  Type A dengan ekor biru / abu – abu
ü  Type B dengan ekor kuning
ü  Type D dengan ekor putih ( paling cocok untuk banyak wanita )
2.      IUD yang mengandung kawat tembaga
ü  Cooper T ( C.U.T )
ü  Nova T ( C.U 200 AS )
ü  Cooper 7 ( C.U.7 )
ü  Multi Cood ( M.L.Cu )
·         PERBEDAAN IUD LIPPES LOOP DENGAN YANG ADA TEMBAGANYA
1.      Lippes loop tidak ada tembaganya dan spiral yang ada tembaganya mengandung spermecide
2.      Bila terjadi kehamilan pada llippes loop, bila benang nasih kelihatan sebaiknya IUD diangkat sebelum bulan ke- III ( 3 ). Bila benang tidak kelihatan IUD dibiarkan saja. Tetapi kalau ada CU harus diambil.
3.      Lippes loop boleh dipakai seterusnya bila tidak ada keluhan tetapi yang ada CU harus di lepas sesusai dengan jangka waktu yang tentukan.
·         MEKANISME KERJA IUD
1.      Tidak mungkin ovulasi
2.Tidak menghalangi transportasi sperma tetapi jumlahnya dalam tuba sangat sedikit karena 99,98% sperma dihancurkan oleh sel-sel macrophas pada tempat-tempat kontak IUD sehingga konsepsi masih terjadi.

3 Mencegah implantasi karena :
- Dengan adanya benda asing dalam rahim mengakibatkan perubahan pada endrometrium yang mengakibatkan kerusakan / lysis dari sperma sehingga tidak membuahi sel telur
- Uterus berkontrksi dengan demikian mencegah implantasi
·         SAAT PEMASANGAN IUD
1.      Waktu haid hari ke-3 dan ke-4
2.   Sesudah melahirkan hari ke-2-4
3.   Pemasangan biasa 40 hari sesudah melahirkan
4.   Sesudah keguguran dan tidak ada tanda-tanda infeksi
·         INDIKASI PEMASANGAN IUD
1.  Permintaan akseptor,pada pemeriksaan tidak ada kontra indikasi
2.  Bersuami dan ada persetujuan dari suami
3.  Pernah melahirkan
4. Wanita yang sudah cukup anak,tidak ingin punya anak lagi dan tidak menghendaki kontrasepsi mantap
·          KONTRA INDIKASI
1.      Adanya kehamilan
2.      Peradangan panggul
3.      Dicurigai adanya kanker leher rahim
4.      Peradangan saluran kencing
5.      Alergi terhadap logam / tembaga
·         KEUNTUNGAN MEMAKAI IUD
1.      Mudah dan ekonomis
2.      Jangka pemakaian sama
3.      Angka kegagalan rendah sekali
4.       Bisa sebagai ganti kontrasepsi mantap


·         KERUGIAN MEMAKAI IUD
1.      Efek samping yang umum terjadi :
ü  Perubahan siklus haid ( umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan )
ü  Haid lebih lama dan banyak
ü  Perdarahan ( spotting ) antar menstruasi
ü  Saat haid lebih sakit
2.      Tidak mencegah IMS termasuk HIV / AIDS
3.      Tidak baik di gunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan
4.      Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR


DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan  Bidan.
Nova T Schering brosur cara kerja dan teknis pemasangan IUD
Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi YPB, Sarwono Prawirodirojo.  
Bagikan ke:

Poskan Komentar

 
Copyright © VIKNOVI - All Rights Reserved
Template Craeted by : Magazine76
Proudly Powered by